Berita

Setelah 2 Jam Diperiksa Penyidik, Saksi Dana Kemah Telah Tinggalkan Di Mapolda DIY

BeritaPopular.com – Seorang perempuan diperiksa penyidik oleh Polda Metro Jaya sebagai saksi dengan kasus dugaan korupsi dana Apel dan Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia di Mapolda DIY. Saksi yang merupakan pegawai hotel di Yogyakarta itu diperiksa selama sekitar 2 jam.

Pemeriksaan berlangsung sejak pada jam 11.00 dan berakhir sekitar jam 13.00 WIB, Selasa 27/11. Namun saksi baru keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 14.30.

Saat dimintai konfirmasi wartawan seusai proses pemeriksaan, perempuan itu menolak berkomentar. Setelah keluar dari ruang penyidik, dia memilih bergegas menuju sebuah mobil berwarna hitam yang telah menungguinya di parkiran depan gedung Ditreskrimsus Polda DIY.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto menjelaskan saksi yang diperiksa merupakan pegawai hotel tempat menginap panitia saat penyelenggaraan kemah kebangsaan pada Desember 2017.

“Saksi pihak accounting salah satu hotel di Yogyakarta yang dipakai untuk menginap tim panitia kemah akbar, diperiksa oleh tim penyidik dari Polda Metro Jaya. Jadi Polda DIY hanya menjadi tempat pemeriksaan saja,” kata Yuliyanto di Mapolda DIY.

“Hari ini diperiksa statusnya saksi, satu orang. Kalau materinya saya tidak tahu persis, kemungkinan mencocokkan data-data berkaitan dengan keuangan akomodasi hotel,” sambung Yuliyanto.

Yuliyanto menjelaskan Polda DIY menjadi tempat pemeriksaan karena beberapa orang saksi terkait kasus ini berada di Yogyakarta.

“Informasinya ada beberapa saksi yang akan diperiksa di Polda DIY. Kemarin informasinya diundang ada beberapa orang untuk dimintai keterangannya sebagai saksi, tapi belum tahu kapan pemeriksaannya,” ungkapnya.

Diketahui, kemah dan apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia digelar di kompleks Candi Prambanan. Kegiatan itu diikuti kader Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Anshor NU, serta sejumlah kader ormas Islam lainnya. Acara kemah dan apel kebangsaan berlangsung dua hari, 16-17 Desember 2017.

Meski pelaksanaan di Yogyakarta, namun proses hukum ditangani oleh Polda Metro Jaya. “Penyidik dari Polda Metro Jaya, jadi laporannya ada di sana, bukan Polda DIY,” imbuh Yuliyanto. [BP]

Share:

Leave a reply